Misteri Aldy
Hari ini adalah hari pertama aku pindah dari kontrakan ku yang dulu. Dengan pendapatan yg pas-pasan, aku lebih memilih menyewa rumah yg terlihat tak terurus. Hanya berbekal uang 500 ribu aku bisa mendapatkan rumah yg tergolong mewah, walaupun sedikit tak terurus dan berantakan. Aku heran, mengapa rumah ini terlalu murah utk di sewakan,,? Tapi aku akan tetap tnggal di sini berdua.. Ya,,selama ini aku tinggal berdua dengan teman sekampusku. “rumah ini sepertinya lama di tinggalkan, bukti nya tak ada 1 barang pun yg terlihat layak untuk di pakai”.ujar aldy temanku. ku fikir emang benar, Tak ada 1 barangpun yg terlihat sempurna. Semuanya benar benar tak bisa di gunakan.setelah membersihkan ruang tamu , aku segera membersihkan ruang tengah, sementara aldymembersihkan ruang dapur. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, rumah ini sudah bersih.untuk sementara , kami beristirahat sejenak. Jam menunjukkan pukul 11.00 pagi, waktunya kami pergi bekerja. Aku bekerja sebagai penjaga buku di salah satu toko buku di kota ini, sementara aldy bekerja di cafĂ© sebagai kasir. Dikarenakan hari ini aldy masuk malam, jadi aku pulang kerja dan langsung kuliah dan pulang ke rumah. Cukup menyeramkan tinggal di sini, di rumah baruku. Tapi karena aku termasuk orang yg pemberani, aku tetap memberanikan diri untuk tinggal sendiri malam ini sampai aldy pulang.Karena baru pindah, aku hanya punya beberapa barang untuk hari ini. Seperti buku,alat tidur serta pakaian. Jadi malam ini aku hanya bisa baca buku utk menghabiskan malam. Di dalam kamar yg luas,,aku merasa aneh di situ. Aku seakan melihat sinar di dalam lemari tua peninggalan penghuni lama rumah ini. Aku langsung membuka lemari itu, aku menemukan satu buku yg terlihat usang. Buku apa itu? Dengan rasa penasaran, aku mengambil buku itu dan membacanya. Halaman per halaman dapat aku baca dengan sempurna. Di saat aku membaca halaman yg ke 14, aku mendengar suara keributan seperti pertentangan antara anak dan orang tua. Ya,,seperti cerita dalam buku ini, halaman ke 13,,yg isinya perdebatan hebat antara anak dan orangtua. Dengan rasa yg campur aduk, Aku langsung keluar kamar dan menghampiri ruangan yg bersumber keributan itu. Tapi apa yg aku dapatkan? Hanyalah keheningan. Lalu apa yg aku dengar tadi?.. entahlah…aku sendiri saja bingung. Sambil menunggu jam aldy pulang, akupun tertidur dengan buku yg masih ku pegang. Dengan berjalannya waktu,, tak terasa aku sudah 2 minggu tinggal di rumah ini. Tak ad keanehan yg di rasakan aldy. Tapi aku? Selalu saja keanehan yg aku rasakan di rumah ini. Rutinitas berjalan seperti biasa, kerja, kuliah dan pulang ke rumah. Itu aktivitas aku dan aldy. Sampai akhirnya aku lupa menceritakan hal aneh yg aku rasakan . Dan seperti biasa, hal aneh terjadi lagi saat aku membaca buku itu. Yg lebih aneh,,setiap halaman yg aku baca, seolah ada kehidupan yg ada di hadapan ku, kisah yg aku baca di buku ini. Dengan rasa penasaran, aku mencoba menonton apa yg aku lihat. Dan dia,,siapa dia? pria itu ? Dia yg seperti bayangan menyerupai sahabatku, aldy? . Apa yg aku lihat saat ini. Pertanda apa ini? Apakah benar dia itu adalah aldy?? Aku selalu bertanya dengan orang yg ada di hadapanku, tapimereka tidak menggubris ku, seakan aku tidak ada,apa ini? Aku langsung terdiam ketika aku mendengar dialog “ aku tak akan pernah bisa berhenti mencintainya yah,, walaupun aku tlah mati”. Kalimat itu selalu aku ingat, pandangan di sekililingku kembali normal saat aku menutup buku itu. Aku sungguh tidak mengerti dengan buku yg ada di tanganku sekarang. Sangat misterius. Hari ini aku terpaksa bolos kerja dan kuliah hanya untuk mencari, apa arti ini semua.Beberapa waktu lalu, aldy mengajak aku pindah rumah secara paksa. Aku curiga dengan dia. “Tanggal !!”,kataku. aku mengenal aldy ivano tepat tanggal 13 maret, 1 tahun yg lalu. Dimana tanggal itu adalah tanggal terakhir cerita di buku ini. 13..adalah angka yg sering muncul di buku itu. apalagi, saat pertama aku melihat kejadian aneh itu di saat bacaanku terhenti di halaman ke 13. apa artinya ini?. Pikiranku terhenti saat ponselku berdering, ternyata pesan dari aldy. Pesan itu berisi “van, mungkin hari ini aku pulangnya agak malam ya, aku lembur. Ok.”,, itu pesan dari aldy. Malam ini aku sendiri,,karena rasa penasaranku yg begitu kuat, aku rela malam ini gak tidur untuk menyaksikan kejadian beberapa tahun lalu di rumah ini. Aku mulai membaca dari halaman 14, halaman yg kemarin sempat terhenti. “hari ini aku bertemu lagi dengan nya di suatu tempat. Aku senang karena masih bisa bertemu dengan nya, walaupun pertemuan itu berakhir dengan pertengkaran yg amat hebat dengan kedua orangtuaku. Orangtua yg tak pernah merestui hubunganku,, orangtua yg egois…dan orangtua yang……” aku berhenti membaca ketika melihat bayangan aldy di hadapanku. Dan apa yang aku lihat,, sosok orangtua yg sangat marah dengan anaknya, anak itu adalah aldy. “ayah tidak melarang kamu mencintai lelaki,, tapi jangan dia?” kalimat yg ku dengar dengan jelas, setelah itu semuanya terdengar samar. Aku mencoba membaca kelanjutan bacaan ku tadi. “…sangat keras. apakah aku pantas membenci ayah dan ibu karena mereka menentang cinta kami. Cinta yg kami jalani 2 tahun lama nya, apakah harus berakhir dengan perpisahan?”. Aku melanjutkan bacaan ku ke halaman berikutnya,, tapi sebelum aku melanjutkan, aku merasa kaki ku sangat berat, kakiku seolah2 ingin melangkah tanpa aku suruh. Aku mencoba melemaskan kaki ini dan melangkah kearah yg ingin di tuju. Dan apa yg aku lihat sekarang,,, darah. Ya, darahlah yg aku lihat tepat di bawah kaki ku. Aku ambil darah itu, aku cium, ternyata darah itu masih segar, seprtinya belum lama,, bau amis yg aku cium sangat menyakinkan kan bahwa cairan merah itu benar2 darah. apalagi ini? Aku sungguh bingung, dan aku tak aku tau apa yang harus aku lakukan sekarang.Jam menunjukkan pukul 2 pagi. Aku masih saja membaca buku itu sampai halaman terakhir. Aneh,, aku tak menemukan halaman yg ke 20,, aku mencari halaman itu,,, di lemari, di lantai, di dalam buku dan sampai di ruang tamu,, tapi aku tak menemukan nya. Akhirnya aku menyerah, mungkin halaman itu memang tak di tulis. Aku hanya membaca halaman terakhir saja .“ayah, maafkan ardy. ardy sangat mencintainya, seperti ayah mencintai ibu. Tolong izinkan ardy untuk memilikinya yah,,”ardy?? Jadi nama pria itu ardy?Aku kembali berfikir, Cuma beda tipis antara “ALDY” dan “ARDY”. Di tengah keheningan malam, tiba2 aku mendengar tangisan yg begitu pilu dan sangat menyayat hati. aku langsung mencari asal dari tangisan pria itu. Tapi sebelum mendapatkan apa yg aku inginkan,, aku kembali melihat darah yg begitu banyak dan seolah olah darah itu berjalan menujuku. Aku mencoba berlari,, namun kaki ku terasa berat, bahkan tak bisa di gerakkan. Tangisan itu terhenti,, kembali hening. Darah yg ada pun hilang,, aku kembali duduk di ruang tamu sambil mendengar pembicaraan yg terdengar samar. Pembicaraan itu sepertinya tidak asing bagiku…ya,,ternyata apa yg aku dengar adalah pembicaraan antara ardy dan ayahnya. Saat itu ayahnya sangat marah. Semakin sadis yg aku lihat, lelaki itu membentak ardy, dan….”baiklah ayah, , ayah tak pernah merestui hubungan kami, lebih baik ayah bunuh aldy, aldy rela mati di tangan ayah” itu adalah kalimat yg diucapkan ardy. Dan seperti yg aku lihat, lelaki itu berkata “ baiklah,, jika itu yang kamu ingin kan…aku akan membunuhmu.” Itulah kalimat yg membuat aku takut melihat kejadian nya. Lelaki itu langsung membunuh ardy dengan cara yg begitu sadis… darah yg aku injak, adalah darah ardy. Aku tak sanggup melihatnya, ardy mati di tangan ayah nya…sungguh sulit tuk di percaya. Lelaki itu mengubur ardy di rumah ini,, tepat di ruang yg aku injak ardy di kubur. Sungguh tragis. Hari ini aku kembali melakukan aktifitas seperti biasa. Namun ketika aku membuka kamar, aku mendapati selembar kertas yg berisi “tolong bongkar tempat ini !!!” . Aku kaget, tapi penasaran juga. Akhirnya aku memutuskan untuk membongkar ruangan itu, walau tanpa sepengetahuan aldy. Aku mencoba membongkar tempat itu bersama teman kampus ku yg lain. Betapa kagetnya aku, aku mendapati tulang belulang yg terbungkus dengan plastik hitam. Apakah tulang itu adalah kepunyaan ardy? Aku langsung memanggil warga sekitar untuk melihat apa yg aku temukan hari ini. Kami langsung mengubur tulang itu dengan selayak nya . Rumah itupun di segel, untuk sementara aku tinggal di rumah teman ku. Tapi, semenjak aku melihat kejadian itu, aldy tidak pernah terlihat. Apa maksudnya? “ Apa kau melihat aldy?” tanyaku dengan temanku. “aldy siapa van?” .“aldy teman kampus kita, yang tinggal di sini bersama aku”. “van, selama ini kau hanya tinggal sendiri”. “apa?!!....”ucapku heran. jadi siapa aldy yg aku kenal itu. Di saat aku bingung seperti ini,,ponsel ku berbunyi. Aku mendapat pesan dari aldy.“Van,, aku ardy. aldy adalah ardy. Terimakasih van, kamu udah Bantu aku. Mungkin kamu tak mengerti apa yg aku rasakan beberapa tahun yg lalu, karena aku tak pernah menceritakannya padamu. Dia lah van,, dia adalah wanita yg sangat aku cintai, ayahku sangat membencinya karena dia adalah anak dari musuh ayahku. Cinta kami di tentang,,bahkan sampai detik terakhirku. Aku tak rela dia menjadi korban pembalasan dendam dari ayahku, makanya aku berani mati demi dia. Sekali lagi, terimakasih ya ivvan,, kamu udah membuat aku tenang di surga. Aku tak meminta lebih dari perkenalan kita setahun lalu, aku hanya ingin kamu mengungkapkan penyebab kematian ku dan dapat mengubur ku dengan layak…..”ARDY IVANO”.” Setelah selesai aku membaca pesan itu, aku langsung melihat cahaya putih yg menyerupai ardy. Dia tersenyum padaku “Selamat jalan teman,, semoga kau tenang di sana”
~~THE END~~





0 Komentar: